Monday, February 15, 2016

Taman Nasional Betung Kerihun



Sebagian besar keadaan topografi Taman Nasional Betung Kerihun berupa perbukitan, dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia. Taman nasional ini dibentuk berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan nomor 467/Kpts-II/95 denganluas 800.000 hektar, yang berada diKabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, dengan temperatur udara 21° - 28° C.
Taman Nasional Betung Kerihun (sebelumnya Gunung Bentuang) adalah taman nasional yang terletak di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Taman nasional ini didirikan pada tahun 1992, dan memiliki wilayah seluas 8.000 km² (3.100 mil²). Bersama dengan Lanjak Entimau di Malaysia, taman nasional ini telah diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS): Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun harus melalui sungai-sungai tersebut.
Flora
Taman nasional ini memiliki delapan tipe ekosistem hutan seperti hutan dataran rendah, sekunder tua, Dipterocarpus, sub-montana, dan montana; dengan keanekaragaman tumbuhan bernilai tinggi sebanyak 1.216 jenis yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Sebanyak 14 jenis merupakan “catatan baru” di Indonesia diantaranya Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata dan Shorea peltata, serta 13 jenis palem merupakan “catatan baru” di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).
Fauna
Terdapat kurang lebih 48 jenis mamalia termasuk 7 jenis primata diantaranya klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), orangutan (Pongo satyrus), klampiau (Hylobates muelleri), kepuh (Presbytis frontata frontata), dan kokah (P. femoralis chrysomelas); 301 jenis burung yang terdiri dari 151 genus dan 36 famili, 15 jenis burung migran, dan 24 jenis endemik Kalimantan; 51 jenis amfibia, 52 jenis reptilia, 170 jenis insekta dan 112 jenis ikan.
Satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat adalah orangutan (Pongo satyrus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa Kalimantan (Hylobates muelleri), klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), dan kancil (Tragulus napu borneanus).
Diantara keluarga Bucerotidae yang terdapat di taman nasional ini, yang paling menonjol adalah burung julang emas (Aceros undulatus) dan enggang gading (Rhinoplax vigil) yang merupakan maskot satwa Propinsi Kalimantan Barat.
Taman Nasional Betung Kerihun diusulkan sebagai Cagar Lintas Batas dengan Lanjak Entimau Wildlife Reserve di Serawak.
Selain memiliki keanekaragaman tumbuhan/satwa dan seolah tiada akhir; aliran anak sungai yang sangat jernih berasal dari air terjun/riam di puncak bukit; suara kicauan burung dan pekikan dari berbagai satwa, kesemuanya dapat disaksikan dan dirasakan di dalam taman nasional.
Seperti halnya penduduk asli pedalaman Kalimantan umumnya, masyarakat yang berada di sekitar taman nasional ini sebagian besar berasal dari suku Dayak. Terdiri dari kelompok suku Dayak Iban, Dayak Taman dan Dayak Bukat. Salah satu kebiasaan yang cukup unik dari mereka adalah menggunakan “Tato” pada kulit.
Obyek Menarik
Pegunungan Muller, Gunung Kerihun, dan Gunung Betung. Bentangan pegunungan Muller yang merupakan batas negara dan Gunung Betung/Kerihun, sangat cocok untuk kegiatan pendakian/panjat tebing.
Sungai Tekelan, Sibau, Mendalam, Embaloh, Kanyau. Menyelusuri sungai, memancing, pengamatan satwa/tumbuhan, dan wisata budaya.
Riam Lapan, Riam Matahari. Arung jeram dengan tingkat kesulitan III s/d IV, dengan klimaksnya pada kelas V di Riam Matahari..
Sungai Sedik, Batang Pilung dan Sungai Jaan. Air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan wisata budaya.
Tanjung Lokang. Pada bagian Barat taman nasional terdapat tebing-tebing dan goa kapur untuk kegiatan wisata goa dan budaya.
Atraksi budaya di luar taman nasional: Kaburai. Stasiun Pelatihan dan Penelitian Kehutanan yang terletak di Dusun Kaburai. Tumbang Gagu. Melihat rumah panjang tradisional suku Dayak (Betang).
Musim kunjungan terbaik
bulan September s/d Desember setiap tahunnya.
Akses Ke Lokasi
Pontianak – Putussibau dengan kendaraan roda empat sekitar 18 jam atau dengan Pesawat kecil Cessna sekitar 2,5 jam. Selanjutnya dari Putussibau menyelusuri S. Kapuas, S. Sibau dan S. Mendalam selama ± 5 jam dengan semi longboat atau dari Putussibau menyelusuri S. Kapuas dan S. Embaloh Hulu selama sekitar tiga jam dengan speedboat, kemudian dilanjutkan dengan semi longboat menuju S. Embaloh Hulu sekitar sembilan jam.
Kantor Pengelola
Jl. Kapten Pierre Tendean, Kompleks KODIM 1206, Putussibau - Kalbar - 78711
Tlp. 0567-21935
Fax. 0567-21935
Email:
tn_betungkerihun@yahoo.com
Referensi


No comments:

Post a Comment